Loading...

Ikan Koi Tertua Di Dunia

Blog-post Thumbnail

Hanako Ikan Koi Tertua Di Dunia

Hanako, adalah nama seekor koi yang pernah hidup di negeri Sakura. Mengapa diberi nama Hanako, sebab dia adalah koi betina yang cantik dan Hanako artinya gadis bunga (flower girl). Pemiliknya adalah Dr. Komei Koshihara, dia adalah Presiden Women’s College yaitu sekolah untuk kaum hawa di Nagoya Jepang.

Pada awalnya tidak dikenal orang, namun ketika dalam suatu wawancara Radio NHK pada 25 Mei 1966, dia ditanya oleh sang penyiar radio tentang apa kegemaran atau hobinya. Tak disangka-sangka, kejujuran Komei Koshihara membuat takjub banyak orang. Dia pun bercerita tentang hobinya memelihara ikan koi di kolam yang ada disebelah rumahnya di daerah Gifu yaitu sebuah prefecture di Jepang bagian selatan. Hanako bukan sembarang koi, sebab dia adalah warisan para leluhurnya. Diperkirakan telah dipelihara setidaknya oleh 4 generasi sebelumnya.

Koshihara San bercerita bahwa Hanako sangat jinak dan sungguh bersahabat. Bahkan jika ia memanggilnya, “Hanako! Hanako!” dia akan mendekat untuk minta dibelai. Sesekali Hanako diangkatnya keluar kolam, ditaruh dalam wadah untuk melihat lebih dekat lagi.


Dr. Komei Koshihara, sedang memberi makan (hand feeding) pada Hanako

Koi milik Koshihara San itu warnanya merah polos atau dikenal dengan hi goi. Ia lahir pada tahun 1751 yaitu pada tahun pertama Horeki pada pertengahan masa dinasti Tokugawa dan telah mati pada tanggal 7 Juli 1977, pada usia 226 tahun ! Wow… Berat badan mencapai Hanako 7,5 Kg dengan panjangnya 70 Cm. Koi itu diwarisi dari neneknya (garis keturunan ibu) dan telah dianggap sebagai bagian dari keluarga tercinta.


Hanako, pada usia 215 tahun, koi tertua didunia !

Sang nenek meninggal di tahun 1958 di usia 93 tahun. Nenek Koshihara pernah bercerita, Hanako sudah ada semenjak ia lahir. Dan sang nenek pun mendapatkan ikan ini dari mertuanya – kakek buyut Koshihara, dengan pesan khusus: “Ikan ini sudah lama berada di tengah keluarga kita sejak dulu. Rawat dia baik-baik.”

Lalu bagaimana orang bisa percaya bahwa Hanako berusia 226 Tahun?

Usia sebenarnya Hanako itu diverifikasi dengan menganalisis sisiknya. Sama seperti bagaimana dendrologists menentukan umur pohon dengan menghitung jumlah cincin pertumbuhan padakayu. Cincin pertumbuhan pada sisik Hanako dihitung menggunakan mikroskop cahaya yang menunjukkan pola pertumbuhan lebar diikuti oleh pertumbuhan sempit.


Ini adalah sisik Hanako yang diteliti dengan menggunakan Mikrokop cahaya.

Perbedaan lebar cincin mencerminkan perubahan musim dari musim panas dan musim dingin. Selama musim panas, ikan makan lebih banyak dan tumbuh dengan lebih menghasilkan pola pertumbuhan yang lebih luas. Sempitnya pertumbuhan merupakan metabolisme yang lambat selama cuaca dingin. Untuk menganalisis usia yang tepat, sisik Hanako diambil dari kolam di Mino Prefectur. Dua sisik dari berbagai bagian tubuhnya diambil dengan pinset. Cincin tahunan individu pada sisiknya itu telah berusaha keras dianalisis selama dua bulan di Laboratorium Ilmu Hewan, Universitas Nagoya Perempuan oleh profesor Masayoshi Hiro.

Dr. Koshihara dan Profesor Hiro, keduanya takjub ketika Hanako dinyatakan telah berusia 215 tahun pada waktu itu. Setelah penemuan ini, sisa lima ikan koi di kolam yang sama diperiksa juga. Setelah analisis selama setahun, hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka seluruhnya berusia rata-rata 100 tahun juga. Sementara tidak ada yang tahu alasan yang tepat untuk umur panjang luar biasa untuk Hanako, mungkin karena air yang jernih dari pegunungan di Jepang, selain cinta dan perawatan dari pemiliknya. Ikan koi umumnya berumur panjang yaitu rata-rata sekitar 50 tahun. Inilah salah satu alasan mengapa koi telah mendapatkan begitu banyak kekaguman di Jepang dan juga dari seluruh dunia.

Meski telah tiada, Hanako memang pantas untuk dikenang sebagai pemegang rekor koi tertua yang pernah hidup di dunia. Hanako bahkan telah lahir sebelum negara Amerika Serikat merdeka.

Koshihara bahkan menulis puisi untuk Hanako :

" There lives in our pond Hanako, a carp
Longer than two hundred years and still.
Still brightly aflame is Hanako, the red carp
Put a swimming long ago in Horeki by our forefather.
A bright day after rain, a killifish crosses the way
Of the red carp coming toward me at my call.
Hanako, Dear, thou eatest feed from my hand
Then fondlingly suckest thou my empty fingers.
The aged carp, knowing all the family history of ours,
Deep under the limpid water has gone. "


Sumber : Gilakoi.com